LAPORAN MASA ORIENTASI PENGABDIAN KERJA (MOPK)
DI PUSKESMAS CEMPAKA
OKU TIMUR SUMATERA SELATAN
TANGGAL 18 JULI 2016
![]() |
DISUSUN OLEH :
Nama : Nanda Novitasari
NIM :
14.15.3823
Kelas :
A/KM
Semester : III
KONSENTRASI KESEHATAN REPRODUKSI
PRODI KESEHATAN
MASYARAKAT
STIKES SURYA GLOBAL
YOGYAKARTA
2016
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,
akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan MOPK ini tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir semester II dalam membahas Masa
Orientasi Pengabdian Kerja(MOPK). Adapun tempat pelaksanaannya adalah PUSKESMAS
CEMPAKA OKU TIMUR.
Kegiatan MOPK ini dilaksanakan mulai tanggal
18 Juli 2016-18 Agustus 2016 .Penulis mengucapkan terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam kegiatan MOPK serta dalam
penyusunan laporan ini kepada :
1.
Kepala Puskesmas Cempaka dr. Enda Rukmana
M.Kes yang telah mengizinkan saya untuk melakukan kegiatan masa orientasi
pengabdian kerja guna menyelesaikan tugas akhir semester II
2.
Ibu Misribut Ariani Am.Keb selaku instruktur
pembimbing lapangan yang senantiasa mengarahkan saya saat melakukan masa
orientasi pengabdian kerja.
3.
K.A.Unit Tata Usaha serta Jajarannya yang
telah membantu saya untuk menyelesaikan laporan.
4.
Ibu Titi Mariati S.KM selaku Dosen Pembimbing
di kampus Stikes Surya Global Yogyakarta.
Penulis mengucapkan terima kasih atas
bimbingan dan pengarahannya sehingga laporan ini dapat selesai tepat pada
waktunya. Dan semua rekan-rekan, pihak yang secara langsung maupun tidak
langsung telah membantu dalam kegiatan MOPK ini.
Penulis menyadari
bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna untuk itu kritik, saran
dan usulan membangun sangat diharapkan.Semoga laporan ini bermanfaat bagi
pembaca pada umumnya dan khususnya bagi penulis.
Cempaka,15 Agustus
2016
Penulis
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Gambaran
Umum Lokasi
a.
Deskripsi Wilayah Kerja
b.
Sumber Daya Manusia
(SDM)
c.
Data Kunjungan Dan Data
Penyakit
B.
Landasan Teori
a.
Teori Pelayanan
b.
Customer Service
BAB II HASIL KEGIATAN
A.
Puskesmas
(pengertian,fungsi,kegiatan pokok,kedudukan,struktur organisasi,tata kerja dan
system rujukan)
B.
Deskripsikan Kegiatan
Selama Mopk
C.
Rekapitulasi 10 Besar
Penyakit Pada Tahun Terakhir
BAB III EVALUASI KEGIATAN MOPK
A. Faktor
Pendukung Selama Kegiatan
B.
Kendala Dan Hambatan
Selama Kegiatan Mopk
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Gambaran
Umum Lokasi
a.
Deskripsi
Wilayah Kerja
Profil Puskesmas
Cempaka
Letak Geografis dan
Luas Wilayah
UPTD
Puskesmas Cempaka berdiri diatas tanah 5100 m2, luas bangunan
panjang 75 meter dan lebar 68 meter, satu unit rumah dokter dan satu unit rumah
paramedic,UPTD Puskesmas Cempaka merupakan unsure penunjang pemerintah daerah
dibidang kesehatan yang terletak di Desa Cempaka Kabupaten Ogan Komering Ulu
Timur dan mempunyai beberapa puskesmas pembantu diantaranya : PUSTU Ulak Baru,PUSTU
Campang Tiga Ulu, PUSTU Gunung Batu.
Wilayah
kerja Puskesmas Cempaka meliputi 13 desa dengan luas wilayah 336 km2
dimana batasannya sebagai berikut :
·
Sebelah utara
berbatasan dengan desa Ulak Kapal Ogan Komering Ilir
·
Sebelah selatan
berbatasan dengan desa Suka Negeri Kecamatan Semendawai Barat.
·
Sebalah barat
berbatasan dengan desa Tanah Abang Kabupaten Ogan Ilir
·
Sebelah timur berbatasan
dengan desa Brunai kecamatan Semendawai Timur.
Keadaan Pemerintah
Kecamatan
Cempaka di kepalai oleh seorang Camat yang membawahi 13 desa, dimana setiap
desa dikepalai oleh seorang Kepala Desa.
Visi dan Misi
1.
Visi
Mewujudkan
Masyarakat Kecamatan Cempaka Sehat
2.
Misi
· Meningkatkan
pelayanan kesehatan secara prima
· Meningkatkan
disiplin dan profesionalisme seluruh staf
· Meningkatkan
peran serta masyarakat dalam mewujudkan prilaku hidup bersih sehat.
· Meningkatkan
kerjasama lintas sektoral diwilayah kecamatan cempaka
· Menggerakkan
pembangunan kecamatan yang berwawasan kesehatan
b.
Sumber
Daya Manusia (SDM)
UPTD
Puskesmas Cempaka mempunyai 51 Pegawai diantaranya :
1.
Dokter Umum : 1 orang
2.
S.Kep : 1 orang
3.
Kesehatan Masyarakat : 2 orang
4.
DIII Keperawatan : 10 orang
5.
DIII Kebidanan : 23 orang
6.
SPK : 4
orang
7.
DIII AKL : 1 orang
8.
DIII Farmasi : 1 orang
9.
DI Gizi : 1 orang
10.
Perawatan Gigi : 1 orang
11.
SMA : 4 orang
12.
SMP : 1
orang
13.
SPPH : 1 orang
Rencana
usulan kebutuhan operasional rutin uptd puskesmas cempaka tahun 2015 dengan
usulan tenaga pada bagian
1.
Dokter Gigi : 1
2.
Akademi Analis
Kesehatan : 1
3.
Keamanan : 1
Fasilitas dan Pelayanan
Fasilitas
1.
Instalasi Gawat Darurat
24 jam
2.
Apotek 24 jam
3.
Rawat Jalan Poli BP
4.
Poli KIA/KB
5.
Poli TB
6.
Poli Gigi
7.
Rawat Inap
8.
Laboratorium
9.
Mobil Ambulance
Pelayanan
1. Perawatan
Kebidanan
2. Perawatan
Pasien Rawat Inap
3. Perawatan
Gigi
c.
Data
kunjungan dan data penyakit
Berdasarkan
jumlah kunjungan pasien baik rawat jalan maupun rawat inap uptd puskesmas
cempaka oku timur pada tahun 2015
No
|
Penyakit
|
Jumlah Kasus
|
1.
|
Febris
|
379
|
2.
|
ISPA
|
600
|
3.
|
CC
|
725
|
4.
|
Diare
|
267
|
5.
|
Hipertensi
|
280
|
6.
|
Gastristis
|
624
|
7.
|
Reumatik
Artritis
|
470
|
8.
|
Penyakit
Kulit
|
446
|
9.
|
Gigi
dan Mulut
|
240
|
10.
|
OMA
|
116
|
B.
Landasan
Teori
a.
Teori
Pelayanan
Sistem pelayanan kesehatan merupakan
bagian penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Keberhasilan system
pelayanan kesehatan tergantung dari berbagai komponen yang masuk
dalam pelayanan kesehatan diantara perawat, dokter, atau tim kesehatan lain
yang satu dengan yang lain saling menunjang. Sistem ini akan memberikan
kualitas pelayanan kesehatan yang efektif dengan melihat nilai-nilai yang ada
dimasyarakat. Dalam pelayanan keperawatan yang merupakan bagian penting dalam
pelayanan kesehatan, para perawat diharapkan juga dapat mamberikan pelayanan
secara berkualitas.
Menurut Parasuraman (dalam Tjiptono,
1997) aspek-aspek mutu atau kualitas jasa pelayanan adalah :
1. Reliability ( Keandalan )
Yaitu kemampuan memberikan pelayanan
yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan, jujur, aman, tepat waktu,
ketersediaan.Keseluruhan ini berhubungan dengan kepercayaan terhadap pelayanan
dalam kaitannya dengan waktu.
2. Responsiveness ( Ketanggapan )
Yaitu keinginan para pegawai atau
karyawan membantu konsumen dan memberikan pelayanan itu dengan tanggap terhadap
kebutuhan konsumen, cepat memperhatikan dan mengatasi kebutuhan-kebutuhan.
3. Assurance ( Jaminan )
Mencangkup kemampuan, pengetahuan,
kesopanan dan sifat dapat dipercaya yang dimiliki pada karyawan, bebas dari
bahaya, resiko, keragu-raguan, memiliki kompetensi, percaya diri dan
menimbulkan keyakinan kebenaran (obyektif).
4. Empathy ( Kepedulian )
Meliputi kemudahan dalam melakukan
hubungan komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan konsumen yang terwujud
dalam penuh perhatian terhadap setiap konsumen, melayani konsumen dengan ramah
dan menarik, memahami aspirasi konsumen, berkomunikasi yang baik dan benar
serta bersikap dengan penuh simpati.
5. Tangibles ( Bukti langsung atau
berwujud )
Meliputi fasilitas fisik, peralatan
pegawai, kebersihan (kesehatan), ruangan baik teratur rapi, berpakaian rapi dan
harmonis, penampilan karyawan atau peralatannya dan alat komunikasi.
Tingkat pelayanan kesehatan
merupakan bagian dari system pelatanan kesehatan yang diberikan pada
masyarakat. Melalui tingkat pelayanan kesehatan akan dapat diketahui kebutuhan
dasar manusia tentang kesehatan. Diantara pelayanan kesehatan dalam system
pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut:
Health promotion
Tingkat pelayanan kesehatan ini
merupakan tingkat pertama dalam memberikan pelayanan melalui peningkatan
kesehatan. Pelaksanaan ini bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan agar
masyarakat atau sasarannya tidak terjadi gangguan kesehatan.
Specific protection (Perlindungan khusus)
Perlindungan khusus ini dilakukan
dalam melindungi masyarakat dari bahaya yang akan menyebabkan penurunan sttus
kesehatan, atau bentuk perlindungan terhadap penyakit-penyakit tertentu,
ancaman kesehatan, yang termasuk dalam tingkat pelayanan kesehatan ini adalah
pemberian imunisasi yang digunakan untuk perlindungan pada penyakit tertentu
seperti imunisasi BCG, DPT, Hepatirtis, campak, dan lain-lain.
·
Early diagnosis and promt treatment (diagnosis dini dan
pengobatan segera)
Tingkat pelayanan kesehatan ini
sudah masuk kedalam tingkat dimulainya atau ditimbulnya gejala dari suatu
penyakit. Tingkat pelayanan ini dilaksanakan dalam mencegah meluasnya penyakit
yang lebih lanjut serta dampak dari timbulnya penyakit shingga tidak terjadi
penyebaran. Bentuk tingkat pelayanan kesehatan ini dapat berupa kegiatan dalam
rangka survey pencarian kasus baik secara individu maupun masyarakat, survey
penyaringan kasus serta pencegahan terhadap meluasnya kasus.
·
Disability limitation (pembatasan cacat)
Pembatasan kecacatan ini dilakukan
untuk mencegah agar pasien atau masyarakat tidak mengalami dampak kecacatan
akibat penyakit yang ditimbulkan. Tingkat ini dilaksanakan pada kasus atau
penyakit yang memiliki potensi kecacatan. Bentuk kegiatan yang dapat di lakukan
dapat berupa perawatam untuk menghentikan penyakit, mencegah
komplikasi lebih lanjut, pemberian segala fasilitas untuk mengatasi kecacatan
dan mencegah kematian.
Rehabilitation (rehabilitasi)
Tingkat pelayanan ini di laksanakan
setelah pasien didiagnosis sembuh. Sering pada tahap ini dijumpai pada fase
pemulihan terhadap kecacatan sebagaimana program latihan-latihan yang diberikan
pada pasien., kemudian memberikan fasilitas agar pasien memiliki keyakinan
kembali atau gairah hidup kembali ke masyarakat dan masyarakat mau menerima
dengan senang hati karina kesadaran yang dimilikinya.
LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN
Lembaga pelayanan kesehatan
merupakan tempat pemberian pelayanan kesehatan pada masyarakat dalam rangka
meningkatkan status kesehatan. Tempat pelayanan kesehatan ini sangat bervariasi
berdasarkan tujuan pemberian pelayanan kesehatan. Tempat pelayanan kesehatan
dapat berupa rawat jalan, institusi kesehatan, community based agency, dan
hospice.
Rawat Jalan
Lembaga pelayana kesehatan ini
bertujuan memberikan elayanan kesehatan pada tingkat pelaksanaan diagnosis dan
pengobatan pada penyakit yang akut atau mendadak dan kronis yang dimungkinkan
tidak terjadi rawat inap. Lembaga ini dapat dilaksanakan pada klinik-klinik
kesehatan, seperti klinik dokter spesialis, klinik petawatan spesialis dan
lain-lain.
Institusi
Institusi merupakan lembaga
pelayanan kesehatan yang fasilitasnya cukup dalam memberikan berbagai tingkat
pelayanan kesehatan, pusat rehabilitasi, dan lain-lain.
Hospice
Lembaga ini bertujuan memberikan pelayan
kesehatan yang difokuskan kepada klien yang sakit terminal agar lebih tenang
dan dapat melewati masa-masa terminalnya dengan tenang. Lembaga ini biasanya
digunakan dalam home care.
Community Based Agency
Merupakan bagian dari lembaga
pelayanan kesehatan yang dilakukan pada klien pada keluarganya sebagaimana
pelaksanaan perawatan keluarga seperti praktek perawatai keluarga dan
lain-lain.
LINGKUP SISTEM PELAYANAN KESEHATAN
Dalam system pelayanan kesehatan
dapat mencakup pelayanan dokter, pelayanan keperawatan dan pelayanan kesehatan
masyarakat. Dokter merupakan subsistem dari pelayanan kesehatan. Subsistem
pelayanan kesehatan tersebut memiliki tujuan masing-masing dengan tadak
meninggalkan tujuan umum dari pelayanan kesehatan.
Dalam pelayanan kesehatan terdapat
tiga bentuk yaitu, primary health care, (pelayanan kesehatan tingkat
pertama),secondary care (pelayanan kesehatan tingkat kedua), dan tertiary
health services (pelayanan kesehatan tingkat ketiga),
1.
Primary health care ( pelayanan kesehatan tingkat pertama )
Pelayanan kesehatan ini dibutuhkan
atau dilaksanakan pada masyarakat yang memiliki masalah ringan
atau masyarakat sehat inin mendapatkan peningkatan
kesehatan agar menjadi optimal dan sejahtera sehimga sifat pelayanan kesehatan
adalah layanan kesehatan dasar. Pelayanan kesehatan ini dapat dilaksanakan oleh
puskesmas atau balai kesehatan masyarakat dll.
2.
Secondary health care ( pelayanan kesehatan tingkat kedua )
Bentuk pelayanan kesehatan ini
diperlukan bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan dirumah sakit dan
tersedia tenaga spesialis atau sejenisya.
3.
Tritiary healt service ( pelayanan kesehatan tingkat ketiga
)
Tingkat pelayanan kesehatan ini
diguakan apabila tingkat pertama dan kedua tidak lagi digunakan. Pelayanan ini
membutuhkan tenaga-tenaga yang ahli atau spesialis dan sebagai rujukan utama
seperti rumah sakit A atau B.
PELAYANAN KEPERAWATAN DALAM PELAYAN KESEHATAN
Pelayanan keperawatan merupakan bagian dari pelayanan
kesehatan yang meliputi pelayanan dasar dan pelyanan rujukan.Pelayanan
keperawatan oleh tenaga perawat dalam pelayanannya memiliki tugas, diantaranya
memberikan keperawatan keluarga, komunitas dalam elayanan kesehatan dasar dan
akan memberikanasuhan keperawatn secara umum pada pelayanan rujukan.
Pada lingkup pelayanan rujukan,
tugas perawat adalah memberikan asuhan keperawatan pada ruang atau lingkup
rujukannya seperti pada anak,maka perawat memberikan asuhan keperwatan elalui
pendekatan proses keperawatan anak,untuk lingkup keperawatan jiwa, perawat akan
memberikan asuhan eperawatn pada pasien gangguan jiwa dll.
FAKTOR YANG MEMPENAGARUHI PELAYANAN KESEHATAN
Pelayanan kesehatan akan lebih
berkembang atau sebaliknya akan terhambat karena dipengaruhi oleh beberapa
factor seperti adanya peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi baru,
pergeseran nilai masyarakat, aspek legal dan etik, ekonomi dan politik.
b.
Customer Service
Pengertian customer service
Pengertian customer service secara
umum adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk memberikan kepuasan pelanggan
melalui pelayanan yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan. Customer
service memegang peranan yang sangat penting sebagai ujung tombak perusahaan
dalam menghadapi pelanggan. Dalam dunia bisnis tugas customer service yang
paling utama adalah memberikan pelayanan dan membina hubungan dengan
masyarakat.
Customer service perusahaan dalam
melayani pelanggannya selalu berusaha menarik dengan cara merayu para
calon pelanggan mejadi pelanggan yang bersangkutan dengan berbagai cara.
Customer service juga harus mampu menjaga pelanggan lama agar menjadi
pelanggan tetap perusahaan. Oleh karena itu, tugas customer service
merupakan tulang punggung kegiatan operasional dalam dunia bisnis.
Fungsi customer service
Dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya, seorang customer service harus benar-benar memahami tugas customer
service dan fungsi customer service dengan baik sehingga mampu menjalankan
tugasnya dengan prima. Fungsi customer service yang harus dijalankan setiap waktu
adalah sebagai berikut :
1.
Sebagai resepsionis
Sebagai resepsionis, customer service berfungsi sebagai penerima tamu yang datang ke perusahaan. Tamu di sini bisa siapa saja, entah pelanggan, calon pelanggan, supplier, atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dalam hal ini CS harus bersikap ramah, sopan dan menyenangkan.
Sebagai resepsionis, customer service berfungsi sebagai penerima tamu yang datang ke perusahaan. Tamu di sini bisa siapa saja, entah pelanggan, calon pelanggan, supplier, atau pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Dalam hal ini CS harus bersikap ramah, sopan dan menyenangkan.
2.
Sebagai deskman
Sebagai deskman, fungsi customer service adalah sebagai orang yang melayan berbagai macam aplikasi (permohonan) yang diajukan pelanggan atau calon pelanggan. Permohonan mulai dari pengisian formulir sampai dengan kelengkapan data yang dibutuhkan atau dipersyaratkan.
Sebagai deskman, fungsi customer service adalah sebagai orang yang melayan berbagai macam aplikasi (permohonan) yang diajukan pelanggan atau calon pelanggan. Permohonan mulai dari pengisian formulir sampai dengan kelengkapan data yang dibutuhkan atau dipersyaratkan.
3.
Sebagai salesman
Sebagai salesman, customer service
merupakan seorang yang menjual produk kepada pelanggan atau calon pelanggan.
Dalam hal ini, customer service harus dapat menjelaskan sesuatu yang berkaitan
dengan produk. Tujuannya adalah agar pelanggan atau calon pelanggan tertarik
hingga akhirnya membeli.
4.
Sebagai customer relation officer
Sebagai customer relation officer,
tugas customer service sebagai ornag yang dapat membina hubungan baik
dengan semua pelanggan, termasuk membujuk atau merayu agar pelanggan bertahan,
tidak lari dari perusahaan yang bersangkutan apabila menghadapai masalah.
5.
Sebagai
komunikator,
adalah memberikan segala informasi
dan kemudahan-kemudahan kepada pelanggan. Disamping itu, juga sebagai tempat
menampung keluhan, keberatan, atau konsultasi berbagai hal yang ada kaitannya
dengan produk perusahaan secara keseluruhan.
BAB II
HASIL KEGIATAN
A.
PUSKESMAS
Pengertian Puskesmas
Pusat Kesehatan Masyarakat
(Puskesmas) adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat
penting di Indonesia. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas
kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di
suatau wilayah kerja (Depkes, 2011).
Pengertian puskesmas adalah suatu unit pelaksana
fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan
peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan
tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatannya secara menyeluruh, terpadu
yang berkesinambungan pada suatu masyarakat yang bertempat tinggal dalarn suatu
wilayah tertentu (Azrul Azwar, 1996). Puskesmas
merupakan kesatuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan
yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata dapat diterima dan terjangkau oleh
masyarakat dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil
pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat
dipikul oleh pemerintah dan masyarakat luas guna mencapai derajat kesehatan
yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan (Depkes,
2009). Jika ditinjau dari sistim pelayanan
kesehatan di Indonesia, maka peranan dan kedudukan puskesmas adalah sebagai
ujung tombak sistim pelayanan kcsehatan di Indonesia. Sebagai sarana pelayanan
kesehatan terdepan di Indonesia, maka Puskesmas bertanggungjawab dalam
menyelenggarakan pelayartan kesehatan masyarakat, juga bertanggung jawab dalatn
menyelenggarakan pelayanan kedokteran.
Fungsi Puskesmas
1.
Pusat Penggerak Pembangunan Berwawasan
Kesehatan
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan
pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan
dunia usaha di wilayah kerjanya,sehingga berwawasan serta mendukung
pembangunan kesehatan. Disamping itu Puskesmas aktif memantau dan melaporkan
dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap
program pembangunan di wilayah kerjanya.Khusus untuk pembangunan
kesehatan, upaya yang dilakukan Puskesmas adalahmengutamakan pemeliharaan kesehatan dan
pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan
kesehatan.
2.
Pusat Pemberdayaan Masyarakat
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemukamasyarakat,
keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan
kemampuan melayani diri sendin dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif
dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya, serta
ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan.
Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakandengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya
sosial budayamasyarakat setempat,
3.
Pusat Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatantingkat
pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan
kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab Puskesmas meliputi
:
ü Pelayanan Kesehatan
Perorangan
Pelayanan
kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi(private goods) dengan tujuan utama menyembuhkan
penyakit dan pemulihan
kesehatan perorangan, tanpa mengabaikanpemeliharaan
kesehatan dar, pencegahan penyakit Pelayananperorangan tersebut
adalah rawat jalan dan untuk Puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap.
ü Pelayanan Kesehatan
Masyarakat
Pelayanan kesehatan
masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik(public goods) dengan tujuan utama memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan
penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakattersebut antara lain adalah promosi kesehatan,
pemberantasan penyakit, penyehatan
lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga,
keluarga berencana, kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program
kesehatan masyarakat lainnya.
Kegiatan
Pokok Puskesmas
Sesuai dengan
kemampuan tenanga maupun fasilitas yang berbeda-beda,maka kegiatan pokok yang
dapat dilaksanakan oleh sebuah puskesmas akan berbeda-beda pula. Namun demikian
kegiatan pokok puskesmas yang seharusnya dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.
Kesejahteraan ibu dan anak
2.
Keluarga berencana
3.
Usaha peningkatan gizi
4.
Kesehatan lingkungan
5.
Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
6.
Pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan
7.
Penyuluhan kesehatan masyarakat
8.
Kesehatan kerja
9.
Kesehatan sekolah
10.
Kesehatan olahraga
11.
Perawatan kesehatan masyarakat
12.
Kesehatan gigi dan mulut
13.
Kesehatan jiwa
14.
Kesehatan mata
15.
Laboratorium sederhana
16.
Pencatatan dan pelaporan dalam rangka system informasi
kesehatan
17.
Kesehatan lanjut usia
18.
Pembinaan pengobatan tradisional
19.
Pelaksanaan kegiatan pokok puskesmas diarahkan kepada
keluarga sebagai satuan masyarakat terkecil.
Setiap kegiatana pokok puskesmas
dilaksanakan pendekatan pembangunan kesehatan masyarakat desa (PKMD)
Kedudukan,
Organisasi, dan Tata Kerja Puskesmas
Kedudukan
Kedudukan Puskesmas dibedakan menurut keterkaitannya dengan Sistem Kesehatan Nasional, Sistem Kesehatan Kabupaten/Kc) dan Sistem Pemerintah Daerah.
1.
Sistem Kesehatan Nasional
Kedudukan Puskesmas dalam system kesehatan nasional adalah sebagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggungjawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat
di wilayah kerjanya.
2.
Sistem Kesehatan Kabupaten/Kota
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Kabupaten/kota adalah sebagai
Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Kesehatan kabupaten/kota
yang bertanggung jawab
menyelenggarakan akan sebagian tugas pembangunan kesehatan
Kabupaten/kota di wilayah kerjanya
3.
Sistem Pemerintahan Daerah
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Pemerintahan Daerah adalah sebagai
unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yangmerupakan
unit struktural Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bidang kesehatan di
tingkat kecamatan.
4.
Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata
Pertama
Diwilayah Puskesmas terdapat berbagai organisasi pelayanan kesehatan strata pertama yang dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta,
seperti praktek dokter, praktek dokter gigi, praktek bidan, poliklinik dan
balai kesehatan masyarakat. Kedudukan Puskesmas di antara berbagalsarana
pelayanan kesehatan strata pertama ini adalah sebagai mitra.
Di wilayah
kerja Puskesmas terdapat pula berbagai bentuk upaya kesehatan berbasis dan bersumberdaya
masyarakat seperti Posyandu, Polindes, Pos Obat
Desa dan Pos UKK. Kedudukan Puskesmas di
antara berbagai sarana pelayanan kesehatan,
berbasis dan bersumberdaya masyarakat adalah sebagai pembina.
Tata Kerja
UPTD Puskesmas Cempaka OKU TIMUR diKepalai oleh seorang dokter dengan
pendidikan terakhir S2 Kesehatan Masyarakat dengan di bawahi oleh Kepala Tata
Usaha. Bagian-bagian dari Tata Usaha terdiri dari :
1.
Kepegawaian
2.
Keuangan
3.
SP2TP
4.
Inventaris Barang
5.
Perpustakaan
6.
Pramusaji
Dalam bagian-bagian tersebut masih
terdapat bagian-bagian lagi seperti fusional K.Aunit UKM yang terdiri dari :
1.
Karcis
2.
Kia/KB
3.
Poli Gigi
4.
UGD
5.
Pelaksana Haji
6.
Pelaksana Khusus
7.
Poli Klinik Umum
8.
MTBS
9.
Obat
Dan bagian-bagian dari K.A. unit
U.K.M yang terdiri dari :
1.
PKM
2.
Kesling
3.
P2M
4.
Surveilans
5.
Usila
6.
Uks
7.
Perkesmas
8.
Gizi
9.
Pelaksanaan Khusus
Sedangkan puskesmas juga memiliki Desa
siaga diberbagai desa yaitu Desa Campang Tiga Jaya,Gunung Batu,Sukabumi,Harisan
Jaya,Cempaka,Sukaraja,Campang Tiga Ilir,Campang Tiga Ulu, Kuripan,Negeri
Sakti,Gunung Jati,Ulak Baru, dan Meluai.desa siaga tersebut terdiri dari pustu
dan bides dimana masyarakat yang jaraknya jauh dari puskesmas dapat mendapatkan
fasilitas kesehatan secara mudah dan terjangkau didesa masing-masing :
1.
Pustu
Pustu terdapat di 3 desa yaitu desa
Gunung Batu, desa Campang Tiga Ulu,dan desa Ulak Baru.
2.
Bides (Bidan Desa)
Bidan Desa terdiri didalam beberapa
desa yaitu Desa Campang Tiga Jaya,Gunung Batu,Sukabumi,Harisan
Jaya,Cempaka,Sukaraja,Campang Tiga Ilir,Campang Tiga Ulu, Kuripan,Negeri
Sakti,Gunung Jati,Ulak Baru, dan Meluai.
Sistem Rujukan
Rujukan menurut SK Mentri Kesehatan RI Nomor 032/Birhub/72 tahun1972,
yakni melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap suatu kasus
penyakit atau masalah kesehatan secara vertikal dalam arti dari unit yang
berkemampuan kurang kepada unit yang berkamampuan cukup,atau secara
horisontaldalam arti sesama unit yang setingkat kemampuannya. Sistem rujukan adalah suatu sistem jaringan pelayanan kesehatan yang
memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas
timbulnya masalah dari suatu kasus atau masalah kesehatan masyarakat, baik
secara vertikal maupun horisontal,kepada yang lebih kompeten,terjangkau dandilakukan secararasional.
Ada dua
system rujukan di UPTD Puskesmas Cempaka OKU TIMUR:
1.
Rujukan BPJS
Terdiri dari Askes dan iuran Mandiri yang di biayai oleh pemerintah pusat
dan mandiri .
2.
Rujukan JAMSOSKES
sitem rujukan ini dibiayai oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan karena tidak mempunyai jaminan kesehatan,atau masyarakat tidak mampu.
sitem rujukan ini dibiayai oleh pemerintah provinsi Sumatera Selatan karena tidak mempunyai jaminan kesehatan,atau masyarakat tidak mampu.
Alur
Rujukan
Pasien datang
ke puskesmas Cempaka OKU TIMUR dan meminta rujukan ke RSUD Daerah yaitu RSUD
Beltang dan RSUD Kayu Agung dimana pasien kebanyakan meminta dirujuk ke RSUD
Kayu Agung karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dan transpornya
lancer,sedangkan RSUD belitang terkendala oleh jarak dan transport tidak
lancer. Setelah di Rujuk Ke RSUD Daerah pasien dapat di Rujuk di Rumah Sakit
Muhammad Hoesin Palembang Sumatera Selatan.
B.
Deskripsi Kegiatan Selama MOPK
Selama
melakukan MOPK di UPTD Puskesmas Cempaka OKU TIMUR saya telah melakukan
beberapa kegiatan seperti posyandu dan konseling. Posyandu Merupakan kegiatan keterpaduan antara Puskesmas dan masyarakat di tingkat
desa yang diwujudkan dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu.
Tujuan posyandu
a.
mempercepat penurunan angka
kematian bayi,balita dan angka kelahiran.
b.
mempercepat penerimaan Norma
Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera(NKKBS)
c.
meningkatkan kemampuan
masyarakat untuk kegiaatan kesehatan dan kegiatan kegiatan lain yang menunjang
sesuai dengan kebutuhan.
Sasaran
posyandu
a.
ibu hamil berisiko tinggi.
b.
ibu menyusui
c.
bayi.
d.
balita.
e.
pasangan usia subur.
Pelaksanaan Posyandu
Posyandu direncanakan dan dikembangkan oleh kader kesehatan desa bersama Kepala Desa dan LKMD (seksi KB – Kesehatan dan PKK) dengan bimbingan Tim Pembina LKMD Tingkat Kecamatan. Penyelenggaraan dilakukan oleh kader-kader terlatih di bidang KB-Kes, berasal dari PKK, tokoh masyarakat, pemuda dan lain-lain dengan bimbingan Tim Pembina LKMD tingkat kecamatan.
Posyandu direncanakan dan dikembangkan oleh kader kesehatan desa bersama Kepala Desa dan LKMD (seksi KB – Kesehatan dan PKK) dengan bimbingan Tim Pembina LKMD Tingkat Kecamatan. Penyelenggaraan dilakukan oleh kader-kader terlatih di bidang KB-Kes, berasal dari PKK, tokoh masyarakat, pemuda dan lain-lain dengan bimbingan Tim Pembina LKMD tingkat kecamatan.
Posyandu dapat melayani semua anggota masyarakat, terutamaiIbu hamil, ibu
menyusui, bayi dan balita serta Pasangan Usia Subur (PUS). Posyandu sebaiknya berada pada tempat yang mudah didatangi masyarakat dan
ditentukan oleh masyarakat sendiri. Dengan demikian kegiatan Posyandu dilaksanakan
di pos pelayanan yang telah ada, rumah penduduk, balai desa, tempat pertemuan
RT/RW atau di tempat khusus yang dibangun masyarakat.
Konseling
Konseling
adalah terjemahan dan kata counseling,mempunyai makna sebagai hubungan timbale
balik antara dua orang individu dimana yang seorang konselor berusaha membantu
yang lain(klien) untuk mencapai pengertian tentang dirinya sendiri dalam
hubungan dengan maslah-maslah yang dihadapinya pada waktu yang akan datang
(Nata Wijaya 1987)
Konseling
adalah uapay yang diberikan konselor kepada konseli supaya dia memproleh konsep
diri sendiri,dan kepecayaan diri sendiri untuk dimanfaatkan olehnya dalam
memperbaiki tingkah lakunya pada masa yang akan datang. Dalam pembentukan
konsep kepribadian yang sewajarnya mengenai : diri sendiri,orang lain,pendapat
orang lain tentang dirinya tujuan-tujuan yang hendak dicapai dan kepercayaan
diri. (Surya 1988)
Tujuan
dari konseling ada dua yaitu :
1.
Tujuan umum : terentasnya masalah
yang dialami klien. Pengentasan klien ini dapat berupa mengurangi intensitasnya
atas maslah tersebut,mengurangi intensitas hambatan dan/atau kerugian yang
disebabkan masalah tesebut, dan menghilangkan atau meniadankan maslah yang
dimaksud.
2.
Tujuan khusus : klien memahami
seluk-beluk masalah yang dialami secara mendalam dan komperhensif serta positif
dan dinamis.
Dalam
pelaksanaaan Masa Orientasi Pengabdian Kerja pada tanggal 18 Agustus saya sudah
melaksanakan konseling dengan beberapa klien. Diantaranya adalah
Pertama
ibu Surniah umur 30 tahun suami sukirman yang memiliki anak bayi yang masih
berumur 8 bulan mengalami keluhan benjolan di payudara sebelah kanan sedangkan
ibu surniah masih menyusui. Dalam hal ini sangat penting untuk melakukan SADARI
(Periksa Payudara Sendiri) selama 7 menit agar pemeriksaan dapat dilakukan
secara dini untuk mencegah terjadinya kanker payudara.
Di bawah ini adalah langkah-langkah
dari Yayasan Kanker Indonesia yang bisa Anda ikuti saat melakukan SADARI:
1.
Berdiri
tegak. Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara,
pembengkakan dan/atau perubahan pada puting. Jangan khawatir bila bentuk
payudara kanan dan kiri tidak simetris.
2.
Angkat
kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala.
dorong siku ke depan dan cermati payudara; dan dorong siku ke belakang dan
cermati bentuk maupun ukuran payudara. Otot dada Anda dengan sendirinya
berkontraksi saat Anda melakukan gerakan ini.
3.
Posisikan
kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara
menggantung, dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan)
otot dada Anda.
4.
Angkat
lengan kiri ke atas, dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas
punggung. Dengan menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan area payudara,
serta cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke area ketiak. Lakukan
gerakan atas-bawah, gerakan lingkaran dan gerakan lurus dari arah tepi payudara
ke puting, dan sebaliknya. Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan Anda.
5.
Cubit
kedua puting. Cermati bila ada cairan yang keluar dari puting. Berkonsultasilah
ke dokter seandainya hal itu terjadi.
6.
Pada
posisi tiduran, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Angkat lengan ke atas.
Cermati payudara kanan dan lakukan tiga pola gerakan seperti sebelumnya. Dengan
menggunakan ujung jari-jari, tekan seluruh bagian payudara hingga ke sekitar
ketiak. Ulangi langkah ini pada sisi berlawanan, untuk mencermati payudara
sebelah kiri.
Kedua
pasien ibu hamil 9 bulan yang bernama Masnah berumur 27 Tahun mengalami keluhan
keluar air dari vagina tetapi ini bukan kali pertama ibu masnah mengalami
keluar air dari vagina sudah ke 3 kalinya ibu masnah datang dengan keluhan yang
sama.
Pada masa kehamilan, merupakan hal
yang wajar jika ada cairan berwarna putih bening atau kekuningan yang keluar
dari area henital anda. Cairan ini akan terus keluar sampai beberapa hari
setelah persalinan dan tidak berbahaya selama cairan tersebut tidak
mengeluarkan bau yang busuk dan tidak menimbulkan rasa gatal atau sensasi
terbakar. Keluarnya cairan ini bisa disebabkan oleh meningkatnya jumlah hormon yang diproduksi oleh tubuh serta
peredaran darah yang ada di dalam vagina. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa
menggunakan pembalut tipis untuk melapisi celana dalam yang anda gunakan.
Sebaiknya, hindari juga penggunaan sabun pembasuh kewanitaan karena hal
tersebut bisa menyebabkan iritasi.
Ketiga pasien ibu Sri dengan anak
bernama Fernandoyang masih berumur 2 bulan yang ingin di imunisasi BCG.
Imunisasi BCG dinilai berhasil jika muncul
benjolan kecil dan bernanah di tempat bekas suntikan setelah 2-4 minggu
penyuntikan. Benjolan atau bisul ini tidak menimbulkan sakit dan nantinya akan
mengempis dengan sendirinya membentuk luka parut. Selama bejolan bernanah atau
seperti luka, tidak perlu memberi obat, tidak perlu ditutup, dan tidak masalah
kena air. Ini reaksi normal dari imunisasi BCG. Imunisasi BCG tidak menimbulkan
panas pada anak.
C.
Rekapitulasi
10 Besar Penyakit pada Tahun 2015
No
|
Penyakit
|
Jumlah Kasus
|
1.
|
Febris
|
379
|
2.
|
ISPA
|
600
|
3
|
CC
|
725
|
4
|
Diare
|
267
|
5
|
Hipertensi
|
280
|
6
|
Gastristis
|
624
|
7
|
Reumatik Gastristis
|
470
|
8
|
Penyakit Kulit
|
446
|
9
|
Gigi dan Mulut
|
240
|
10
|
OMA
|
116
|
Sumber : Puskesmas Cemapaka OKU
TIMUR
CC/Common
Cold
Dari
data yang di dapat di puskesmas cempaka oku timur
di dapat bahwa masyarakat banyak mengalami penyakit CC.Penyebab dari common
cold adalah terutama oleh virus influenza [penyakit influenza adalah penyakit
yang disebut self limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan
sendirinya
Gejala dan tanda penyakit common
cold.
Seseorang atau mungkin anda yang
menderita common cold umumnya akan menampakkan gejala dan tanda penyakit
sebagai berikut :
·
Panas, lesu, nyeri kepala, disfagia atau gangguan rasa nyeri
saat menelan.
·
Pilek dengan ciri-ciri lendir yang cair.
·
Hidung tersumbat dan nyeri otot.
Hal
ini disebabkan karena factor perubahan cuaca yang pancaroba dan sanitasi
lingkungan yang kurang sehingga menyebabkan commond cold ini timbul. Rata-rata
yang terkena common cold adalah anak-anak.
Gastritis
penyakit
Gastritis yaitu peradangan
atau luka yang terjadi pada permukaan lambung. Maag bisa terjadi secara
tiba-tiba (maag akut) dan bisa juga terjadi secara perlahan (maag kronis).
Dalam beberapa kasus, maag dapat menyebabkan borok pada lambung dan
meningkatkan risiko kanker lambung. Namun pada dasarnya maag bukanlah suatu
keadaan yang serius dan merespon pengobatan dengan baik.
Gejala
Maag tidak selalu menimbulkan
gejala, namun yang paling sering terjadi dari maag adalah mual, kembung, perih
dan perasaan tidak enak pada ulu hati. Sedangkan kemungkinan gejala lainnya
adalah muntah, sakit saat buang air besar, sering bersendawa (sedikit-sedikit),
sering merasa lapar, perasaan penuh di perut bagian atas setelah makan. Keadaan
penderita maag biasanya memburuk setelah makan, namun tidak menutup kemungkinan
keadaan akan membaik setelah makan.
Penyebab
Maag biasanya terjadi ketika lapisan lambung Anda menipis atau rusak. Sebuah lapisan yang melindungi dinding dari asam lambung yang bertugas mencerna makanan. Bila lapisan lambung rusak, maka asam lambung akan merusak dan "membakar" lapisan lambung. Sejumlah penyakit dan beberapa kondisi lainnya membuat lapisan lambung menjadi rentan terhadap kerusakan dan meningkatkan risiko menderita maag.
ISPA
ISPA
adalah kepanjangan dari Infeksi Saluran Pernafasan Akut yang berarti terjadinya
infeksi yang parah pada bagian sinus, tenggorokan, saluran udara, atau
paru-paru. ISPA seringkali disebabkan oleh virus maupun bakteri.
Seseorang bisa tertular infeksi saluran pernapasan akut ketika orang tersebut
menghirup udara yang mengandung virus atau bakteri. Virus atau bakteri ini
dikeluarkan oleh penderita infeksi saluran pernapasan melalui bersin atau
ketika batuk.
Selain itu, cairan mengandung
virus atau bakteri yang menempel pada permukaan benda bisa menular ke orang
lain saat mereka menyentuhnya. Ini disebut sebagai penularan secara tidak
langsung. Untuk menghindari penyebaran virus maupun bakteri, sebaiknya mencuci
tangan secara teratur terutama setelah Anda melakukan aktivitas di tempat umum.
Berikut
beberapa gejala yang muncul akibat ISPA, di antaranya :
1. Hidung tersumbat atau berair.
2. Para-paru terasa terhambat.
3. Batuk-batuk dan tenggorokan terasa
sakit.
4. Kerap merasa kelelahan.
5. Tubuh merasa sakit.
Apabila
ISPA bertambah parah, gejala yang lebih serius akan muncul, seperti:
1. Kesulitan bernapas.
2. Demam tinggi dan menggigil.
3. Tingkat oksigen dalam darah rendah.
4. Kesadaran yang menurun dan bahkan
pingsan.
Sebagai
langkah prefentif dalam mewaspadai ISPA tentunya dengan melakukan pola hidup
higienis yang bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan, di antaranya :
1. Mencuci tangan secara teratur terutama
setelah beraktivitas di tempat umum.
2. Hindari menyentuh bagian wajah,
terutama mulut, hidung, dan mata, agar Anda terlindung dari penyebaran virus
dan bakteri.
3. Perbanyak mengonsumsi makanan yang
mengandung vitamin terutama vitamin C. Vitamin sangat membantu dalam
meningkatkan dan menjaga sistem kekebalan tubuh Anda.
4. Hindari merokok.
5. Ketika Anda bersin, pastikan
menutupnya dengan tisu atau tangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran
penyakit yang bisa menular kepada orang lain.
Penularannya
ISPA pada anak kecil bisa terjadi akibat menghirup droplet atau percikan lendir
yang dikeluarkan penderita ISPA. Jadi, selalu biasakan anak untuk menutup
mulut dan hidungnya saat batuk dan pilek.
Reumatik Gastritis
Penyebab (etiologi)
Etiologi penyakit ini tidak diketahui
secara pasti. Namun ada beberapa faktor resiko yang diketahui berhubungan
dengan penyakit ini, antara lain;
ü Usia lebih dari
40 tahun
Dari semua faktor resiko untuk
timbulnya osteoartritis, faktor penuaan adalah yang terkuat. Akan tetapi perlu
diingat bahwa osteoartritis bukan akibat penuaan saja. Perubahan tulang rawan
sendi pada penuaan berbeda dengan eprubahan pada osteoartritis.
ü Jenis kelamin
wanita lebih sering
Wanita lebih sering terkena
osteosrtritis lutut dan sendi. Sedangkan laki-laki lebih sering terkena
osteoartritis paha, pergelangan tangan dan leher. Secara keseluruhan, dibawah
45 tahun, frekuensi psteoartritis kurang lebih sama antara pada laki-laki dan
wanita, tetapi diats usia 50 tahunh (setelah menopause) frekuensi osteoartritis
lebih banyak pada wanita daripada pria. Hal ini menunjukkan adanya peran
hormonal pada patogenesis osteoartritis.
ü Suku bangsa
Nampak perbedaan prevalensi
osteoartritis pada masingn-masing suku bangsa. Hal ini mungkin berkaitan dnegan
perbedaan pola hidup maupun perbedaan pada frekuensi kelainan kongenital dan
pertumbuhan tulang.
ü
Genetik
ü
Kegemukan dan penyakit metabolik
Berat badan yang berlebih, nyata
berkaitan dengan meningkatnya resiko untuk timbulnya osteoartritis, baik pada
wanita maupun pria. Kegemukan ternyata tidak hanya berkaitan dengan
oateoartritis pada sendi yang menanggung beban berlebihan, tapi juga dnegan
osteoartritis sendi lain (tangan atau sternoklavikula). Olehkarena itu
disamping faktor mekanis yang berperan (karena meningkatnya beban mekanis),
diduga terdapat faktor lain (metabolit) yang berpperan pada timbulnya kaitan
tersebut.
ü Cedera sendi,
pekerjaan dan olahraga
Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian
satu sendi yang terus menerus berkaitan dengan peningkatan resiko osteoartritis
tertentu. Olahraga yang sering menimbulkan cedera sendi yang berkaitan dengan
resiko osteoartritis yang lebih tinggi.
ü Kelainan
pertumbuhan
Kelainan kongenital dan pertumbuhan
paha telah dikaitkan dengan timbulnya oateoartritis paha pada usia muda.
ü Kepadatan
tulang
Tingginya kepadatan tulang dikatakan
dapat meningkatkan resiko timbulnya osteoartritis. Hal ini mungkin timbul
karena tulang yang lebih padat (keras) tidak membantu mengurangi benturan beban
yang diterima oleh tulang rawan sendi. Akibatnya tulang rawan sendi menjadi
lebih mudah robek.
Hipertensi
Macam-Macam
Gejala Hipertensi Adalah :
ü
Biasanya orang yang
menderita hipertensi akan mengalami sakit kepala, pusing yang sering dirasakan
akibat tekanan darahnya naik melebihi batas normal.
ü
Wajah akan menjadi
kemerahan.
ü
Pada sebagian orang
akan mengalami detak jantung yang berdebar-debar.
ü
Orang yang mengalami
darah tinggi akan mengalami gejala hipertensi seperti pandangan mata menjadi
kabur atau menjadi tidak jelas.
ü
Sering buang air kecil
dan sulit berkonsentrasi.
ü
Sering mudah kelelahan
saat melakukan berbagai aktivitas.
ü
Sering terjadi pendarah
di hidung atau mimisan.
ü
Gejala hipertensi yang
parah bisa menyebabkan seseorang mengalami vertigo.
ü
Orang yang mempunyai
darah tinggi biasanya akan sensitif dan mudah marah terhadap hal-hal yang tidak
dia sukai.
Faktor
Penyebab Seseorang Terkena Hipertensi :
§
Faktor Usia
Tidak bisa dipungkiri faktor usia
merupakan salah satu penyebab seseorang terkena penyakit darah tinggi, semakin
bertambahnya usia seseorang akan mengurangi elastisitas pembuluh darah sehingga
tekanan darah didalam tubuh orang yang sudah lanjut usia akan mengalami
kenaikan dan bisa melebihi batas normalnya.
§
Faktor Keturunan
Orang tua yang mempunyai penyakit
darah tinggi atau hipertensi ada kemungkinan bisa menurunkan kepada anaknya,
jadi jika orang tua anda mengalami sakit darah tinggi sebaiknya anda selalu
waspada karena anda juga bisa terkena penyakit tersebut.
§
Faktor Jenis Kelamin
Para peneliti berpendapat bahwa pria
yang berusia 45 tahun lebih berisiko terkena penyakit darah tinggi dibandingkan
wanita, sedangkan wanita yang berusia diatas 65 tahun lebih berisiko terkena
penyakit darah tinggi.
§
Faktor Olahraga
Orang yang tidak pernah melakukan
berbagai olahraga akan lebih berisiko terkena penyakit darah tinggi, gaya hidup
yang tidak sehat karena tidak pernah melakukan olahraga akan menyebabkan
jantung menjadi tidak sehat jika jantung tidak sehat secara otomatis jantung
tidak bisa memompa darah dan akan mengakibatkan aliran darah didalam tubuh
menjadi tidak lancar.
§
Pola Makan
Pola makan yang buruk merupakan salah
satu penyebab orang terkena penyakit darah tinggi, jika seseorang sering sekali
mengkomsumsi makanan-makanan yang mempunyai kadar lemak tinggi dia akan
berisiko terkena penyakit hipertensi. Makanan yang berlemak tinggi akan membuat
penyumbatan di pembuluh darah sehingga tekanan darah akan menjadi naik dan
menyebabkan penyakit hipertensi.
§
Minum Alkohol
Minuman beralkohol sangat tidak baik
untuk kesehatan tubuh, jika anda yang sering mengkomsumsi minuman beralkohol
sebaiknya anda mulai mengurangi kebiasaan buruk anda bahkan anda harus
menghentikannya. Minuman beralkohol akan meningkatkan kadar trigliserida dalam
darah , trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang bisa menyebabkan tekanan
darah menjadi naik secara drastis.
§
Stres
faktor yang lainnya adalah stres,
orang yang sering mengalami stres biasanya tekanan darahnya akan menjadi naik.
Jika orang sedang stres hormon adrenalinnya akan menjadi meningkat lebih jauh
sehingga akan menyebabkan tekanan darah didalam tubuh menjadi naik. Maka dari
itu anda harus sering melakukan refresing untuk menyegarkan otak anda agar
tidak mengalami stres yang berlarut-larut.
Diare
Gejala Diare Secara lebih lengkap,
tanda dan gejala yang biasanya menyertai penyakit diare antara lain: Buang air
besar encer dan sering Kram perut Nyeri perut Demam Darah dalam tinja Kembung.
Penyebab Diare Diare terjadi ketika
makanan dan cairan yang Anda makan berlalu terlalu cepat dan/atau terlalu besar
jumlahnya pada saluran pencernaan (usus). Secara normal, usus besar akan
menyerap cairan dari makanan yang Anda makan, dan meninggalkan kotoran (tinja)
yang setengah padat. Akan tetapi ketika cairan dari makanan yang Anda makan
tidak diserap, maka hasilnya adalah kotoran (feses) yang cair atau encer.
Penyakit Diare mungkin berhubungan dengan infeksi virus atau bakteri dan
terkadang efek dari keracunan makanan.
Penyakit kulit
Penyakit
Kulit Merupakan suatu penyakit yang menyerang kulit permukaan tubuh, dan
disebabkan oleh berbagai macam penyebab.
Beberapa Penyebab Penyakit Kulit:
ü
Kebersihan
diri yang buruk
ü
Virus
ü
Bakteri
ü
Reaksi
Alergi
ü
Daya
tahan tubuh rendah
Tanda dan Gejala Penyakit Kulit
Gatal-gatal (saat pagi, siang, malam, ataupun sepanjang hari)
Muncul bintik-bintik merah/ bentol-bentol/ bula-bula yang berisi cairan bening ataupun nanah pada kulit permukaan tubuh Timbul ruam-ruam
Kadang disertai demam Kemungkinan Cara Penularan
Penularan langsung; sentuhan/bersinggungan langsung dengan penderita
Melalui perantara; melalui pakaian, selimut, handuk, sabun mandi yang dipakai oleh penderita.
Upaya Pencegahan Terjadinya Penularan
Tingkatkan kebersihan diri, Tingkatkan kekebalan tubuh dengan cara banyak mengkonsumsi makanan bergizi (multivitamin) dan istirahat yang cukup,Hindari kontak langsung dengan penderita, bila bersinggungan/bersentuhan dengan penderita segera cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir bila perlu menggunakan sabun,Hindari penggunaan perlengkapan pribadi secara bersamaan (selimut, pakaian, handuk, sabun mandi, dll),dan serta Lakukan perawatan dan pengobatan pada anggota keluarga yang menderita penyakit kulit yang cenderung menular.
BAB III
EVALUASI KEGIATAN MOPK
A.
Fasilitas Pendukung selama Kegiatan
MOPK
1.
Puskesmas pembantu
Adalah unit pelayanan kesehatan yang
sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan
dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil
2.
Bidan Desa
3.
Posyandu
Merupakan kegiatan keterpaduan
antara masyarakat dan puskesmas di tingkat desa yang diwujudkan dalam bentu pos
pelayanan terpadu . semula posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dimana
masyarakat dapat sekaligus memproleh pelayanan KB dan kesehatan. Dalam
pengembangannya posyandu dapat dibina menjadi forum komunikasi dan pelayanan di
masyarakat,anatara sector yang memadukan kegiatan pembangunan sektoralnya
dengan kegiatan masyarakat,untuk meningkatkan kemampuan dalam memecahkan maslah
melalui alih teknologi
B.
Kendala dan Hambatan selama kegiatan
MOPK
Dari masyarakat setempat :
1.
Faktor bahasa
Dimana Warga setempat rata-rata
menggunakan Bahasa daerah mereka sedangkan saya menggunakan bahasa Indonesia,
sehingga menyulitkan saya untuk berkomunikasi.
2.
Pendidikan
Dimana di daerah tesebut rata-rata
warganya memiliki pendidikan yang kurang sehingga apa yang disampaikan mereka
sulit untuk memahami.
3.
Pekerjaan
Dimana warga setempat memiliki
pekerjaan sebagai petani sehingga sedikit sekali waktu untuk dapat berkomunikasi
dengan warga karna terburu oleh waktu mereka untuk bekerja.
Dari penulis:
1.
Pengetahuan
Dimana pengetahuan saya masih kurang
dan tidak memiliki wawasan yang cukup luas sehingga menyulitkan saya untuk
berkomunikasi lebih dengan warga.
2.
Sosial
Dimana saya Kurang bisa
berkomunikasi dengan warga setempat.
3.
Alat Peraga
Dimana saya tidak memiliki alat
peraga untuk di sosialisasikan kepada warga.
BAB IV
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari hasil yang telah didapat selama
melaksanakan Masa Orientasi Pengabdian
Kerja (MOPK) di Puskesmas Cempaka OKU TIMUR
dapat disimpulkan bahwa Puskesmas merupakan salah
satu sarana pelayanan kesehatan
masyarakat yang amat penting di Indonesia. pelayanan dari segi tangibles (bukti
fisik),realiabilty(kehandalan), assurance(jaminan ), dan emphaty yang diberikan
oleh puskesmas cempaka sudah baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan
pengunjung. Terutama pada Kesehatan Ibu dan Anak saat pasien berkunjung selalu
diberi pengarahan dan bimbingan untuk menjaga kesehatan baik kesehatan pada ibu
hamil maupun kesehatan pada anak serta tujuan dari kesehatan ibu dan anak
adalah dapat mengurangi jumlah ibu hamil
berisiko tinggi serta membantu mengurangi angka kematian anak dan
ibu saat melahirkan,dan membantu menjaga jarak kehamilan dengan cara program
KB(keluarga Berencana) “Dua Anak Lebih Baik”.
Pihak Puskesmas juga
memberikan perhatian terhadap kesehatan dan gizi balita yang tidak mendapatkan
gizi seimbang. Meringankan beban biaya pasien yang tidak mampu.
B.
SARAN
ü
Untuk bangunan Puskesmas Cempaka sebaiknya dilakukan
renovasi agar terlihat lebih baik lagi .
ü
Disediakan ruang tunggu untuk pasien yang berkunjung.
ü
Tempat pendaftaran di perbaiki agar lebih jelas terlihat
oleh pasien yang akan berkunjung untuk pertama kali.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/144201627/Laporan-MOPK-rifqa
Data
dari UPTD Puskesmas Cempaka OKU TIMUR
Depkes, 2004, Keputusan Menteri
Kesehatan, Nomor: 128/Menkes/ SK/ II/ 2004, Tentang Pelayanan Dasar Pusat
Kesehatan Masyarakat
LAMPIRAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar